Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-20 19:11:06【Sehat】365 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(94882)
Artikel Terkait
- Wabup Lambar ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
- BGN: 10 bulan berjalan, MBG telah serap ratusan ribu tenaga kerja
- Hukum kemarin, KA Harina tabrak truk hingga vonis eks Kapolres Ngada
- Cegah penambahan populasi, KPKP Jakut targetkan sterilisasi 250 kucing
- Badan Gizi Nasional tekankan kebersihan MBG cegah keracunan pada anak
- Gubernur minta kepala daerah tetapkan lokasi pembangunan SPPG 3T
- Gastronomi Britania modern dengan sedikit sentuhan Indonesia
- Sejumlah kalangan sebut peluang pemanfaatan sawit untuk produk UMKM
- Berbagai produk terbaru debut di ajang CIIE kedelapan di Shanghai
- Harga mahal, Bappenas: 40
Resep Populer
Rekomendasi

Polda Kepri uji kualitas makanan bergizi gratis tiap hari

Satu oknum Polda Bali ditetapkan sebagai tersangka kasus TPPO

Dinkes Serang latih seribu relawan SPPG guna jamin keamanan pangan MBG

Kulit terbakar matahari panas? Kenali gejala dan penanganan "sunburn"

Mendagri: Inflasi YoY Oktober masih aman di angka 2,86 persen

BGN gelar bimtek penjamah makanan program MBG di Bekasi

Sekitar 350 keluarga di Sudan berjalan kaki 50 km untuk mengungsi

Ahli: Hirup mikroplastik jangka panjang berisiko picu penyakit paru